Komdigi Tegaskan Rating IGRS di Steam Bukan Resmi, Gamer Sempat Bingung

Cakra Ananta

Loading

Ramainya protes gamer soal rating game di Steam akhirnya mendapat respons dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa rating Indonesia Game Rating System (IGRS) yang muncul di platform tersebut bukan klasifikasi resmi.

Sebelumnya, komunitas gamer dibuat heran setelah sejumlah game populer tiba-tiba ditandai “tidak layak didistribusikan”. Beberapa judul yang ramai dibahas antara lain Grand Theft Auto V, The Witcher 3: Wild Hunt, hingga Baldur’s Gate 3.


Bukan Hasil Verifikasi Pemerintah

Komdigi menyebut rating yang beredar di Steam saat ini masih berasal dari sistem internal berbasis self-declare. Artinya, label tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai regulasi di Indonesia.

Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama terkait batasan usia dan kelayakan sebuah game bagi pengguna.

Lebih lanjut, Komdigi juga menemukan indikasi penggunaan label IGRS tanpa melalui proses validasi resmi. Ini jadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan pengguna di ruang digital—khususnya anak-anak.


Berpotensi Langgar Regulasi

Dalam pernyataannya, Komdigi menegaskan bahwa setiap platform digital wajib menyampaikan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan.

Beberapa regulasi yang disorot antara lain:

  • UU ITE terbaru (UU No. 1 Tahun 2024)
  • Permen Kominfo No. 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim
  • Permen Kominfo No. 5 Tahun 2020 tentang PSE Lingkup Privat

Jika terbukti melanggar, bukan tidak mungkin platform seperti Steam bisa menghadapi sanksi administratif.


Steam Akan Dimintai Klarifikasi

Komdigi saat ini berencana meminta klarifikasi langsung dari pihak Steam untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan penyempurnaan sistem IGRS, termasuk memperkuat proses verifikasi dan pengawasan agar klasifikasi game ke depannya lebih akurat dan kredibel.


Isu Kecil, Dampak Besar

Meski terlihat sepele, masalah rating ini punya dampak besar—terutama dalam hal edukasi dan perlindungan gamer muda. Salah label bisa bikin persepsi publik keliru, bahkan berpotensi membatasi akses secara tidak tepat.

Buat sekarang, gamer Indonesia disarankan untuk tidak langsung percaya dengan label IGRS yang muncul di Steam, setidaknya sampai ada konfirmasi resmi dari pemerintah.